Cermin Positif
Mengkritik itu mudah, karena melihat kesalahan orang lain itu gampang. Namun kritik yang didasari oleh mencari-cari kesalahan orang lain tak mungkin dapat mempermudah keadaan. Anda tak perlu menghabiskan waktu dan tenaga anda untuk menilai apakah orang lain telah berbuat salah atau benar. Karena itu sangat mudah! Yang sulit adalah melihat kesalahan diri sendiri. Waspadailah bila anda begitu pandai mengkritik. Jangan-jangan anda tak mampu lagi melihat kebenaran. Dan sebuta-butanya orang ialah mereka yang tidak bisa menagkap cahaya kebenaran.
Sekali anda gembira bisa menemukan sebutir debu kesalahan oarang lain, anda tergoda untuk mendapatkan yang sebesar kerikil. Begitu seterusnya, hingga tanpa sadar anda telah menciptakan gunung kesalahan orang. Orang tak pernah suka berkaca pada cermin yang memantulkan kekurangan wajahnya. Maka dari itu janganlah anda menjadi bayangan atas kesalahan orang lain. Bantulah mereka menemukan sisi positif diri mereka. Di saat itu pula orang lain akan memantulkan sisi baik anda sendiri.
Cermin Anak
seandainya setiap orang mengampuni sesamanya seperti ia mengampuni dirinya sendiri,kita tentu akan mempunyai dunia ideal.
Suatu ketika disebuah sekolah,diadakan pemetasan drama pentas drama yang meriah,dengan pemain yang semuanya siswi-siswi di sana.Setiap anak mendapatkan peran,dan memakai kostum sesuai dengan tokoh yang mereka perankan.Semuanya tampak serius,sebab Pak Guru akan memberikan hadiah kepada anak yang tapil terbaik dalam pentas.
Didepan panggung,semua orang tua murid ikut hadil dan menyemarakkan acara itu.
Lakon drama berjalan dengan sempurna sempurna.Semua anak tampil dengan maksimal.ada yang berperan sebagai petani,lengkap dengan cangkul dan topinya,ada juga yang menjadi nelayan,dengan jala yang di sampingkan di bahu,Di sudut sana,tampak pula seorang anak dengan raut muka ketus,sebab dia kebagian peran pak tua yang pemarah,sementara di sudut lain,terlihat anak dengan wajah sedih,layaknya pemiring yang selalu terdengar.di sisi kiri dan kanan panggung.
Tibalah kini akhir dari pementasan drama.Dan itu berarti,sudah saatnya pak guru mengumumkan siapa yang berhak mendapatkan hadiah,Setiap anak tambapak berdebar dalam hati, berharap mereka terpilih menjadi pemain drama yang terbaik.Dalam komat-kamit mereka berdoan,supaya pak guru akan menyebutkan nama mereka,dan mengundang ke atas panggung untuk menerima hadiah.Para orang tua pun ikut berdoa,membayangkan anak mereka menjadi terbaik.
Pak Guru telah menaiki panggung,dan tidak lama kemudian ia menyebutkan sebuah nama Ahha ternyata anak yang menjadi pak tua pemarahlah yang menjadi pemarah.Dengan wajah berbinar,Sang anak bersorak gembira.aku menang,,,,"begitu ucapnya.Ia pun bergegas menuju panggung di iringi kedua orangtuanya yang tampak bangga.Tepuk tangan terdengar lagi sang orangtua menatap sekeliling,menatap ke seluruh hadirin,mereka bangga.
Pak Guru menyambut mereka.Sebelum menyerahkan hadiah,ia sedikit bertanya kepada sang jagoan Nak kamu memang hebat.Kamu pantas mendapatkannya,Peranmu sebagai seorang yang pemarah terlihat bagus sekali,apa rahasianya ya,sehingga kamu bisa tampil sebaik ini?kamu pasti rajin mengikuti latihan,tidak heran jika kamu terpilih menjadi yang terbaik,tanya pak guru coba kamu ceritakan kepada kamu semua yang bisa membuat kamu seperti ini,
sang anak menjawab,Terima kasih atas hadiahnya Pak.Dan sebenarnya saya harus berterima kasih kepada ayah saya di rumah,karena dari ayah lah saya belajar berteriak dan menjadi pemarah,kepada ayahlah saya menirukan perilaku ini,ayah sering berteriak kepada ya,maka bukanlah hal yang sulit untuk pemarah seperti Ayah.'
Tampak sang Ayah yang mulai tercenung,Sang anak mulai melanjutkkan Ayah membesarkan saya dengan cara seperti ini jadi peran ini adalah peran yang mudah buat buat saya.Senyap.Usai bibir anak itu terkatup,keadaan tambang senyap.Begitupun kedua orangtua sang anak di atas panggung,mereka tampak tertunduk,jika sebelumnya mereka merasa bangga,kini keadaan berubah,seakan mereka berdiri sebagai terdakwa di muka pengadilan.Mereka belajar sesuatu hari itu.ada yang perlu diluruskan dalam perilaku mereka.


0 komentar:
Posting Komentar